Pada suatu hari, aku berjalan untuk mencari hiburan, ketenangan dan ketentraman. Menyusuri salah satu sudut kota terbesar di Jawa Timur, kota dengan slogan "kota kejam".Aku pun terus berjalan hingga akhirnya tidak sengaja melihat kakek tua termenung sendirian di pinggir jalan.Lantas aku sapa kakek itu, "Kek, perkenalkan nama saya Nanda kek."Sang kakek pun tersenyum dan menjawab, "Oh, iya Nak ada apa?"

Senyuman ceria seorang kakek
Wajah keriput lantaran sudah termakan usia tidaklah menjadi alasan baginya untuk tetap tersenyum dan tak patah arang dalam menghadapi roda kehidupan yang kejam ini."Nanda ingin belajar pada kakek. Nanda ingin tau banyak cerita kehidupan pada kakek" , kataku pada kakek itu. Aku pun mengadu perihal kehidupanku, "Kek, hidup Nanda susah, Nanda sering menangis dengan keadaan tak kuat untuk menerima, sakit di rasa, perih di dada. Nanda tidak kuat kek, tidak kuat."
Nak,Tidak kah kau sadar tentang betapa singkatnya hidup ini. Perjalanan hidupmu tak ada apa-apa nya ketimbang kakek. Tidak kah kau tau yang menjadi pemangsa juga akan dimangsa.Tidak kah kau tau itu?
Nak, Kakekmu ini juga pernah merasakan bagaimana harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kehidupan yg keras, Hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.Pun kakek juga pernah merasakan pahitnya dicerca, dimaki, dihina. Dan, percayalah Nak, kakek pun juga pernah menangis, bahkan hampir setiap hari. Lantas, apakah kakek tidak marah pada kehidupan? Tidak. Tidak Nak.Kakek yakin, bahwa itu sebagian dari skenario yg diberikan Tuhan untuk hidupku dan juga pastinya untuk hidupmu. Ini hal tabu Nak. Bagi mereka yang masih berpikiran jangka panjang dan mengedepankan kemaslahatan, maka tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar