Rabu, 12 September 2018

Melebarkan Pengembangan Kaderisasi PK. PMII STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN Deklarasi Rayon Abdullah Dan Kholilurrahman

Prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan oleh Ketua Umum PC. PMII Kab. Bangkalan
Bangkalan- Bertempat di Gedung PKB, Rabu (12/09/2018) Deklarasi Rayon (P) Abdullah Dan Kholilurrahman Oleh
PK PMII STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN Di gelar.

Sahabat Nur Kholis Hidayatullah Selaku Ketua Pelaksana Menyampaikan Dalam Sambutan nya Bahwa PMII Bukan Partai Politik Maupun Sayap Partai Politik.

"PMII ini Bukan Partai Politik ataupun Sayap Partai Politik, PMII adalah Sebuah Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Warna biru yang Ada Di Bendera PMII Bukan Warna Partai Demokrat Warna Kuning Bukan Warna Partai Berkarya Maupun Golkar, Akan tetapi Warna BIRU sebagaimana dasar perisai sebelah bawah berarti ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti dan taqwa.
Warna KUNING sebagaimana perisai sebelah atas berarti identitas mahasiswa yang menjadi sifat dasar pergerakan, lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh harapan menyongsong masa depan" (Kata Sahabat Kholis Sapaan Akrab nya)

Iqbal Juliansyah Selaku Ketua Komisariat menyampaikan Dalam Sambutan nya Bahwa deklarasi nya rayon Abdullah Dan Kholilurrahman Ini merupakan Suatu tahapan yang baru dalam pengembangan Kaderisasi PMII STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN.

"Ada nya Rayon Abdullah Dan Kholilurrahman Ini merupakan Suatu tahapan yang baru dalam pengembangan Kaderisasi di Komisariat PMII STAI SYAICHONA MOH CHOLIL BANGKALAN dan saya berharap kepada para Pengurus rayon Ini bisa mencetak Kader yang mempunyai Intelektual yang tidak Kalah dengan para pengurus rayon yang lebih dulu berdiri ditingkat Kabupaten Bangkalan maupun ditingkat Provinsi" (Tutur sahabat Iqbal)

Sementara itu dalam Sambutan para ketua Rayon yang diwakili oleh Ketua Rayon Kholilurrahman (sahabat Moh. Romli) menegaskan Bahwa kedua Rayon Ini Siap berkontribusi nyama terhadap Komisariat STAI SYAICHONA MOH. CHOLIL BANGKALAN Maupun Cabang.

"Rayon Abdullah Dan Kholilurrahman Siap berkontribusi nyata untuk Komisariat maupun cabang dan Kami siap bersaing dalam Mengasah Ke-intelektual Bukan hanya bersaing Ketika berdemo"

Dalam hal Sakral Ini Turut hadir para Pengurus Cabang PMII BANGKALAN seperti: Ketua Umum PC PMII BANGKALAN, Ketua KOPRI PC PMII BANGKALAN, Sekretaris Umum, Ketua 1 Bid. Kaderisasi, Ketua Komisariat Se-Bangkalan, Ketua Rayon Dan para senior PMII STAI SYAICHONA MOH CHOLIL BANGKALAN.


Penulis : Kang Hadie

Selasa, 04 September 2018

MUSYAWARAH MUFAKAT, RAYON ABDULLAH




BANGKALAN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan melaksanakan kaderisasi organisasi di tingkat kepengurusan dan dipastikan akan mewarnai dinamika di ranah pergerakan mahasiswa Bangkalan. Pada hari Minggu (12/08/18) telah dilaksanakan Musyawarah Mufakat dalam rangka Pembentukan Rayon, Prodi Ekonomi Syariah untuk masa pengabdian / Masa Juang 2018/2019. Bertempat di Sekretariat PC PMII Bangkalan, Jl. Perum Griya Abadi Blok AH No. 25. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat, dimulai  sekitar pukul 08.00 WIB pagi dengan dihadiri pengurus komisariat STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dan calon pengurus Rayon.

Para Pengurus Rayon Abdullah, Prodi Ekonomi Syariah Masa Juang 2018 / 2019

Setelah disepakati oleh para pengurus dan anggota, maka terbentuklah Rayon yang diberi nama Rayon Abdullah sebagai Rayon perdana di pengurusan Komisariat STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan serta  pengurus Rayon Abdullah masa juang 2018/2019. Adapun mengenai nama-nama pengurus Rayon Abdullah sebegaimana berikut: Fakhruddin Faruk sebagai Ketua Rayon, Nurholis Hidayatulloh, sebagai Wakil Ketua Rayon, Sulhan Ahmad sebagai Sekretaris Rayon, Lilis Murdianah sebagai Wakil Sekretaris Rayon, Siti Rukmana sebagai Bendahara Rayon dan Farhan Abdillah sebagai Wakil Bendahara Rayon.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sahabat Baijuri Alwi selaku Ketua Umum dan Sahabati Fakhriyatun Nisak selaku Ketua KOPRI PC PMII Bangkalan. Tak hanya itu, Ketua Komisariat STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Sahabat Iqbal Juliansyah turut hadir dan memberi sugesti terhadap para calon pengurus Rayon. Sahabat Iqbal Juliansyah menyampaikan bahwapengurus yang dilantik betul-betul menjalankan dedikasi yang telah diberikan, bukan hanya sekadar nitip nama atau eksis dalam kepengurusannya. Dan, tidak patah arang dalam berorganisasi serta membangun solidaritas yang tinggi sesuai dengan kultur yang ada di PMII.


(Sul Ahmed)



Minggu, 02 September 2018

SESAT ITU BAIK

(Bukan Khotbah Jumat)

Oleh : Wong Ndeso*


     Tak cuma kotor, sesat pun menjadi sesuatu yang baik. Bahkan kalau mau jujur, sesat itu adalah justifikasi Tuhan pada manusia, "Sesungguhnya kalian semua sesat, kecuali mereka yang Kuberi petunjuk.." Kita tak pernah tahu menahu, apakah kita masih sesat, atau sudah ada dalam naungan petunjuk.
       Dalam keberagamaan, kesesatan hanya disematkan pada mereka yang sudah mulai berjalan, sudah mencoba berpikir, serta berani berijtihad. Dan sesesat-sesatnya orang semacam itu, mereka masih lebih baik dibanding orang yang tak mau berpikir, tak mau berijtihad, karena takut disebut sesat.
      Jika kau mengutarakan pikiranmu, tentang apa pun, lalu dinilai sesat oleh sesamamu, sungguh itu tak apa-apa, tak perlu marah. Kalau perlu katakan padanya, "Kamu kemana aja? Baru tahu ya saya sesat?" Sebab pada akhirnya, kamu dinilai sesat, itu karena pikiranmu tersesat dari pikirannya. Artinya, ini hanya urusan perbedaan penilaian, sudut pandang, bukan karena dia dibisiki Tuhan untuk menghakimimu. Bukan!
     Sesat itu baik. Sesekali, keluarlah dari rumahmu. Pakai kendaraan. Sesatkan dirimu pada sebuah jalan. Aku yakin, kau akan menemukan jalan yang selama ini tak pernah kau injak, kau akan melihat orang atau bangunan yang belum terjamah matamu. Banyak hal baru yang kau dapat dalam ketersesatan. Tapi pada akhirnya, kau akan menemukan jalan yang kau jadikan tujuan.
      Di Indonesia ini, seekor kecoa suka sekali menyesatkan kerbau, hanya karena kerbau itu tak mau jadi kecoa. Ada kambing yang mengejek harimau, hanya karena suara si harimau tak 'mengembik' seperti kambing. Ada tongo yang kerap melecehkan kutu, sebab kutu tak mau diajak diam di batang kelamin seperti dirinya.

*